Jumat, 21 Maret 2014

Hutan

Hutan
1 pohon bisa jadi hutan …!!!
1 senyuman bisa jadi perhatian …!!!
1 sentuhan bisa jadi hal yang tak terlupakan …!!!
1 orang sepertimu biasa jadi rebutan …!!!
Tapi …
Di hutan

Tubuhmu
Matamu tajam bagaikan Elang
Bulu matamu lentik  bagaikan Koala
Kulitmu halus bagaikan kijang
Dan yang paling buat aku suka kamu
Tubuhmu wangi laksana Pindang

Bayangan
Kucoba membayangkan dirimu
Sambil kuhisap rokokku dalam-dalam
Uhuk...uhuk...jadi batuk deh

Teman
kala terdiam berarti aku gak bicara
kala tersenyum berarti aku bahagia
kala menangis berarti aku bersedih
kala ku meminta berarti ku ingin diberi
teman kau ada aku ceria

Tangisan
Tangisan bayi di tengah malam
Membangunkanku dari tidurku
Ternyata itu adalah bayi tetangga uey

Celana
Beli yang murah berlubang
beli yang mahal pun berlubang
maka berubahlah celana-celana panjang
jadi celana pendek model abang-abang

Andai
andai kamu tau
apa yang ku tau
kuingin kau tau
apa yang ku tau
tapi aku tak tau
cara membuatmu tau
dan..
kamu tetap tak tau
apa yang kutau

Haus
hari ini...
ditengah terik matahari
aku berdiri dilapangan...
dan aku jadi pengen minum euy karena dah haus...

Lamunan
Ketika aku melamun
Membayangkan yang tak dapat kubayangkan
Ahh...akhirnya selesai juga ee'ku
Udah ya...daggg...



Kopi
kopi itu hitam
susu itu putih
dan gula itu bening
huah ha ha ha...
kamu lupa air panas, gelas,
dan sendoknya!

Malam
Berjalan sendiri
Ditengah malam
Ihhh...takuttttttttt...

Sendiri
duduk sendiri
ku termenung...
ternyata sedang ngayal jorok...huekek..
 
Sahabatku
Emang kadang sandal
bisa gantiin sepatu
lebah bias gantiin kupu-kupu
lilin bias gantiin lampu
bambu bisa gantiin kayu
Taaaapiiiiiii….
perlu kamu tau
bahwa gak ada yg bisa gantiin kamu untuk jadi sahabatku……….



Jangan
jangan jalan di depanku… aku gak keliatan
jangan jalan di belakangku… aku bukan bodyguardmu !
jangan jalan di sampingku… karena disampingku ada selokan

Badanmu
merahnya buah ceri tak semerah bi2rmu
putihnya salju tak seputih kulitmu
halusnya sutra tak sehalus rambutmu….
Buat kamu
bau bunga bangkai tak sebau badanmu …..



PEREMPUAN ACUAN AL-QUR’AN
 Bersabda Rasulullah SAW:
“Sebaik-baik perhiasan di dunia ini adalah wanita yang solehah.”
Perempuan yang aku sayangi
Adalah pencinta agama Tuhannya
Yang mengalir rasa cinta.. takut dan harap
Terus menguasai perjalanan kehidupannya
Dari waktu ke waktu
Sehingga perjanjian antara jasad dan nyawanya berakhir

Perempuan yang aku rindui
Adalah yang di mata dan wajahnya
Terpancar sinar  nur Ilahi
Lidahnya basah dengan zikrullah
Sentiasa muraqabah
Setiap waktu sibuk membaiki diri
Di sudut hati kecilnya sentiasa membesarkan Allah

Perempuan yang aku cintai
Yang menutup auratnya dari pandangan ajnabi
Kehormatan dirinya menjadi mahal nilainya
Mujahadatunnafsi adalah perjuangan yang mesti
Muhasabatunnafsi dilakukan selalu
Disanjung tinggi penduduk langit dan bumi

Perempuan yang aku dambai
Yang mendekatkan hatiku yang jauh dari Allah
Tika aku di sana dilamar duniawi
Hadirnya memperkasa Akhiratku
Sewaktu aku alpa dan leka
Lembut manjanya mentazkirah diri
Di kala aku disapa bahana
Belai kasihnya menginsafkan naluri

Perempuan yang aku kasihi
Yang bersyukur pada apa yang ada
Yang bersabar pada apa yang tiada
Cinta pada hidup yang sederhana
Demi kebahagiaan abadi di sana

Perempuan yang aku sukai
Menjadi dian pada dirinya sendiri
Yang menjadi pelita untuk putera-puteriku
Yang bakal dilahirkan
Untuk menyambung perjuanganku
Menegak kalimah Allah nan qudus
Mendaulat perjuangan suci Junjungan Mulia

Perempuan yang aku impi
Adalah wanita yang luhur haqiqi
Muslimah yang setia sejati
Mu’minah yang taat pada Ilahi  

Itulah…
Perempuan acuan al-Qur’an. 

Aku ibadah Tuhanku


Aku bangun sebelum fajar.
No muadhin calls me, muadhin Tidak memanggil saya,
No footsteps stir me, Tidak ada jejak aduk saya,
Instead society spurns me, Sebaliknya masyarakat spurns saya,
Labels me and burns me. Label saya dan luka bakar saya.
But everyday, Tapi sehari-hari,
I wake before dawn. Aku bangun sebelum fajar.

I wear my hijab. Saya memakai jilbab saya.
No father threatens me, Tidak mengancam ayah saya,
No religious police warn me, Tidak ada polisi agama memperingatkan aku,
Instead society judges me Sebaliknya masyarakat hakim saya
Mocks me and shuns me. Mengolok-olok saya dan shuns saya.
But everyday, Tapi sehari-hari,
I wear my hijab. Saya memakai jilbab saya.

I rear my children. Aku belakang anak saya.
No family pressures me, Tidak ada tekanan keluarga saya,
No work barriers limit me, Tidak ada hambatan batas kerja saya,
Instead society shames me, Sebaliknya masyarakat malu saya,
Names me and blames me. Nama saya dan menyalahkan saya.
But everyday, Tapi sehari-hari,
I rear my children. Aku belakang anak saya.

I follow the Sunnah. Saya mengikuti Sunnah.
No culture defines me, Tidak budaya mendefinisikan saya,
No history holds me, sejarah Tidak memegang aku,
Instead, society scolds me, Sebaliknya, masyarakat tegur aku,
Re-makes and moulds me. Re-membuat dan cetakan saya.
But every day, Tapi setiap hari,
I follow the Sunnah. Saya mengikuti Sunnah.

I strive for Paradise. Saya berusaha untuk surga.
No teachers indoctrinate me, Tidak ada guru mengindoktrinasi saya,
No worldly hardships sedate me, Tidak ada kesulitan duniawi tenang saya,
Instead society rejects me, Sebaliknya masyarakat menolak saya,
Tempts me and affects me. Menggoda saya dan mempengaruhi saya.
But every day, Tapi setiap hari,
I strive for Paradise. Saya berusaha untuk surga.

I worship my Lord. Aku menyembah Tuhanku.
No imam compels me, imam Tidak memaksa saya,
No rules force my heart, Tidak ada aturan memaksa hatiku,
Instead, society fears me, Sebaliknya, masyarakat ketakutan saya,
And dares not come near me. Dan tidak berani mendekati saya.
But every day, Tapi setiap hari,
I worship my Lord. Aku menyembah Tuhanku.

Every day, Setiap hari,
In every way, Dalam segala hal,
Through hardship and strife Melalui kesulitan dan perselisihan
And the all-consuming, Dan semua memakan,
O so fleeting, begitu cepat berlalu O,
Bitter sweetness of life, Pahit manisnya hidup,
I worship my Lord. Aku menyembah Tuhanku.